2NE1 LONELY ~ GUITAR CHORD

2NE1 LONELY ~ GUITAR CHORD

Who’s like 2NE1?? put your hands up!! lol

Admin lagi suka banget sama lagu 2NE1 yang ini. And now, dengan mengutip dari www.jabronism.blogspot.com admin hadirkan lirik plus chord gitar lagu lonely ini biar reader bisa mainin di rumah atau sama band yang kamu bikin.

Buat admin, lagu ini ngena banget klo didengerin pas ujan, sore2, pulang kantor, daripada mumet gara2 macet. hehe.. Anyway.. enjoy it.

 

Bm
Verse 1
E
Jigeum naega haneun yaegi
G#
Neol apeuge halji molla
C# Bm
Ama nal jukdorok miwohage doel kkeoya

Naega yejeon gatji antadeon ne mal
Modu teullin mareun aniya
Nado byeonhaebeorin naega nat seolgimanhae

Neomu chakhan neonde neon geudaeroinde Oh
I don’t know I don’t know
Naega wae ireoneunji

E G#
Geutorok saranghaenneunde neon yeogi inneunde Oh
C#
I don’t know
C D
Ije nal chatgo sipeo

CHORUS
E
Baby I’m sorry neowa isseodo nan
G# C#
lonely Saranghagin naega bujokhanga bwa
Bm
Ireon motnan nal yongseohae

E
I’m sorry ige neowa naui story
G#
Sarangiran naegen
C#
gwabunhanga bwa
Bm
Ne gyeote isseodo

Baby I’m so
E G#
lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I’m so
C# Bm
lonely lonely lonely lonely lonely

Em G#
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
C# C
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
D

Verse 2
Nega jalmotan ge anya
Naega isanghan geoya
Imi orae jeonbuteo nan junbi haenna bwa ibyeoreul
Jeongmal jalhaejugo sipeonneunde
Hapil sarang apeseoneun wae
Ireoke haneobsi jagajigo oerounji

Neomu chakhan neonde neon geudaeroinde Oh
I don’t know I don’t know
Naega wae ireoneunji
Geutorok saranghaenneunde neon yeogi inneunde Oh
I don’t know
Ije nal chatgo sipeo

Repeat Chorus

E G#
Cuz I’m just another girl
C#
I bami werowo nan
Bm
Deoneun gyeondil su eobseo good bye

E G#
Cuz I’m just another girl
C#
Neomuna werowo
Bm
Jigeum ne gyeote isseodo baby I’m so lonely

Baby I’m so
E G#
lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I’m so
C# Bm
lonely lonely lonely lonely lonely

Em G#
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
C# C
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
D

Extra!!
2ne1 I dont Care guitar tab:
Repeat E G# C#A throughout the whole song.
Simple.

 

Story on No Other MV (2)

Story on No Other MV (2)

“ehem..” heechul berdehem sendiri, wajahnya tampak bersemu, merona.

“aku hampir sama seperti kalian, hanya saja aku tidak secara khusus menyiapkannya hari ini. Aku hanya ingin melakukannya. Aku ingin menyatakan cinta pada gadis yang kusukai. Aku sudah memendamnya sangat lama. Rasanya ada jutaan kata yang ingin ku sampaikan padanya. aku…”

 

“skip.. skip..” kata leeteuk menyela. “ langsung saja ke kejadiannya. Kalau mendengar ocehan mu bisa semalaman suntuk ga selesai selesai. Sudahlah..”

 

“muo? Tadi kan kau yang menyuruhku cerita, kenapa sekarang kau memotong ceritaku?!” jawab heechul.

“kelamaan intronya. Aku tahu kau sangat senang menceritakan dirimu sendiri..” leeteuk memulai perdebatan. “MUO??!” suara heechul meninggi.

 

“yah, mulai lagi deh.. dua orang tua yang cerewet, kapan sih bisa akurnya??” dong hae menyela.

“hyung, kalau kalian bertengkar sendiri, ceritanya ga akan mulai mulai, akan jauh lebih lama selesainya, aku kan juga mau cerita..” ujar ryeowook polos.

 

“omo.. kau juga ingin cerita ya? Hehehee..” ucap yesung sambil mengelus – elus kepala ryeowook.

 

“ya ya ya , baiklah, heenim, silahkan lanjutkan ceritamu” ucap leeteuk mengalah.

 

“jadi ceritanya aku membuat surat cinta untuknya, aku…”

 

“bwahaahaaa… jadul.” Shindong meledek

“YA!” teriak heechul

“aku membuat surat cinta dan aku memutuskan untuk memutuskan untuk menyerahkannya di perpustakaan. Disana pula lah aku menulis surat itu, sungguh perasaan yang menyenangkan. Aku segera menghubunginya dan memintanya datang. Ini akan jadi kejutan yang mengharukan. Hehehee…”

“tapi..” wajah heechul mendadak menjadi sedih. “aku gagal. Ia tidak membaca suratku”

 

“hah? Kau ditolak?” Tanya eunhyuk.

“ani. Bagaimana bisa ditolak, Datang2 dia sudah pakai kaca mata hitam, dan bertanya  oppa? Apa yang kau pegang itu? Maaf aku tidak bisa melihatnya, aku sedang sakit mata. Aaargh !! Menyebalkan. Aku menyesal kenapa menbuatnya hari ini. Bodoh sekali.”

 

“ooo.. jadi dia sakit mata? Kenapa kau tidak membacakannya saja?” Tanya dong hae

“tidak mau, aku sudah menulisnya sepenuh hati. Aku berharap ia membacanya dirumah dan merasakan cintaku di setiap kalimatnya. Aku tidak ingin membuatnya jadi sia sia”

 

“Llho? Kalau begini bukannya tambah sia sia? Tadi kau bilang padaku supaya jangan menyia nyiakan kesempatan??” protes kyuhyun.

 

“ini beda”

 

“sama saja, bodoh” jawab kyuhyun dingin. Wajah evilnya keluar,  semua terdiam. Mereka seperti takut membayangkan satu orang paling berbahaya disini berkelahi.

 

“sudahlah, sekarang giliran aku yang cerita”, ujar shindong.

 

“pagi ini aku bangun dengan perasaan rindu sekali pada Nari. Aku sudah sebulan tidak bertemu dia, terakhir kali kami bertemu dia sedang marah2,  jadi aku berpikr untuk mengajaknya minum kopi bersama. Aku menantinya sambil berpikir apa yang harus kulakukan agar ia mau memaafkanku dan aku mendapatkan ide untuk menyusun puzzle.”

 

“puzzle?.. ah, aku rasa itu membosankan”

“ani,, ini tidak membosankan, tapi ini manis. Bayangkan perasaan seseorang yang menyusun puzzle cinta denga penuh hati hati, hati hati dan kesabaran yang tinggi.”

“aku tidak mengerti” ujar ryeowook polos

“ah, kau memang tidak mengerti apapun” “Iish!!”

 

“lalu, aku menyusunnya sambil menunggu Nari datang. Puzzle ku hampir selesai, aku sudah siap2 memperlihatkan padanya, dan aku melihat ia juga sudah datang dari kejauhan. Ia cantiiik sekali” member yang lain mngernyitkan dahi.

“TAPI, tepat ketika ia berjalan kea rah mejaku, seorang waiter bodoh menyenggol bahuku dan menjatuhkan puzleku. Tidak hanya itu, ia juga menjatuhkan kopi diatas puzzle itu dan membuat rencanaku smeua hancur berantakan”

 

“lalu?” tanya eunhyuk

 

“puzzle itu sudah hancur, mau disusun lagi pun percuma, hasilnya jadi tidak bagus.”

“lalu, apa yang terjadi dengan kalian bedua? kalian sudah baikan?”

“iya, untungnya itu tidak merusak hubungan kami, hanya saja aku begitu marah dan melampiaskan amarahku pada makanan, aku makan sebanyak banyaknya, dan itu membuat Nari marah lagi.”

 

Hhh.. semua member menghela nafas, ending yang sudah bisa ditebak oleh semua orang.

 

“aku, aku, aku juga ingin cerita”

“iya ryeowook, ceritalah. Kau kan yang paling jarang cerita disini, silahkan” kata leeteuk.

“gomawo hyung” wookie memeluk leeteuk dan segera ditarik oleh yesung.

 

 

“aku saat ini sedang menyukai seorang gadis, dan aku ingin mnyatakan cintaku padanya. Aku ingin mengajaknya jalan2 dengan mobilku, tapi satu kendalanya, ia tidak suka mobilku, katanya mobilku kotor dan bau, ia lebih memilih naik bis daripada naik mobilku. Hiks.. hiks..”

“kenapa dengan mobilmu, hyung?” Tanya kyuhyun.

“itu karena kalian sering mabuk di mobilku, suka menaruh baju kotor disana, memangnya mobilku tempat sampah??”

“hehehe.. mian wookie, kami tak sengaja”

“ga sengaja tapi tiap hari” wookie cemberut

“tapi aku memberanikan diri untuk mengajaknya sekali lagi, dan aku pun membersihkan mobil itu dengan sepenuh hati, berharap mobil ni dapat memikat hatinya, tapi.. tapi..”

???

 

“cuaca tidak mendukungku. Sudah capek2 aku mencuci mobil, ketika ia datang tiba2 hujan turun lebat sekali. Sudah begitu, ada bis lewat didepan mobilku kencang sekali dan membuat kotor mobil yang sudah susah payah aku cuci.”

 

‘ah, paling yang kotor bagian luarnya saja” ucap kyuhyun lg.

 

‘iya, tapi yang bikin miris, ketika ia datang ada bis lewat didepan ku dan menghalangi, mugkin dia lupa atau apa, dia naik ke dalam bis dan pergi begitu saja. Aku Cuma bisa melongo dan langsung lemas melihatnya”

 

“memang kau tidak menghubungi gadis itu? Sudah, tapi karena hujan jadi sinyalnya jelek, dan aku kesal jadi kutinggal saja”

 

“Oo.. Wookie juga bisa kesal rupanya. Hahahaaa” ledek siwon.

“Iish” ryeowook beralih ke donghae. “Donghae ssi, kau bagaimana?”

 

“aku? Ah biasa saja. Hampir sama dengan cerita kalian.”

“iya, lalu bagaimana ceritanya?” Tanya wookie lagi tidak sabar.

 

“aish.. wookie-ah, kenapa kau jadi bawel begini?” ryeowook cemberut. “ne.. ne.. aku akan cerita. Sebetulnya tidak begitu istimewa. Aku hanya mengajak orang yang kusuka ke lapangan basket, dan menunggunya sambil memegang bunga mawar, ia suka sekali mawar. Kau tahu? Berapa lama aku menunggu? Aku menunggu tiga jam.”

 

“Setelah tiga jam aku menuggu, handel pintu berbunyi dan perlahan2 pintu pun terbuka. Aku bersiap – siap memberikan senyuman termanisku dan setangkai bunga namun, yang terjadi malah kesialan. Ternyata bukan dia yang datang, noona pembersih lapangan basket. Mana dia genit banget lagi. Noona itu mengejar ngejar ku, padahal sudah aku bilang bunga itu bukan untuknya.”

 

“lebih parah lagi, orang yang kusuka melihat kami dan dia jadi salah paham padaku. Huh.. Dasar noona ganjen. Aku biasanya palng lemah sama perempuan, tapi tadi ingin rasanya aku membentak noona itu.”

“hush.. jangan begitu. Siapa tahu noona itu juga ELF, kasian dia, nanti dia tidak jadi elf lagi.” Kata leeteuk menasehati. “kau eunhyuk? Bagaimanan denganmu?”

 

“aku juga sedang tidak beruntung. Tadinya aku ingin mmeperlihatkan rekaman kreografiku padanya, sambil aku menembak dia di rekaman itu, tapi.. sia-sia.

Saat aku sedang asik – asik nari, tiba2 mati lampu. Dan saat aku keluar, aku baru sadar, cam recorderku tidak terpasang memory card nya. Menyebalkan, sudah susah payah malah gagal. Sudah begitu, pas aku keluar tak lama bertemu gadis itu. Bukanya bertanya aku sedang apa, dia malah menghindar dariku” cerita eunhyuk sambil bersungut – sungut.

 

“wae? Kenapa dia menghindarimu?”

“dia bilang aku bau, diatidak mau dekat- dekat denganku”

“YA! Memang kau tidak pake deodorant? “ ucap heechul dengan nada tinggi. Dia seuka saekali teriak pada dongsaengnya.

“sudah,, aku sudah pake deodorant, pake parfume juga,, eu de toilet lagi. Mahal tuh hyung, tapi rasanya tidak ampuh”

“hahahaaa… memang kau bau hyung” ledek kyuhyun.

“Muo? Aku kan menari hampir dua jam, pastilah berkeringat. Sudah begitu ada diruangan sempit dan gelap lagi. Jadinya kan lembab dan bau” Ujar eunhyuk membela diri.

 

“hmn.. hampir semua sudah cerita, sekarang giliran aku ang cerita. Aku ulai dari mana ya?”

 

“hyung, tadi kau mampir ketempatku, sedang apa kau disitu?”Tanya shindong.

“iya, hari ini aku jalan2 keliling kota. Tak kusangka bertemu kalian semua”

“iya, kau juga ketempatku sambil menenteng kamera. Apa yang kau lakukan?”

“iya, ini aku mau cerita. Bersabarlah. Aku juga kan punya seorang yang aku suka. Hanya saja aku tidak begitu pandai mengungkapkan rasa suka ku lewat kata2, jadi aku lakukan saja lewat kamera. Aku mengumpulkan semua objek bertema hati atau cinta, aku mengumpulkanya dari kertas2 yang disusun kyuhyun-ah, shindong-ah, dan heechul.

Tapi. Hah.. aku gagal.” Semua member menatappadanya serius.

 

“gadis yang aku suka ternyata tidak menyukai ku, dia bilang hanya mengaggap aku sebagai oppa, hanya oppa. Aku sedih sekali. Jika kalian berpikir kalian bernasib sial, aku lah yang paling sial. Kalian masih bisa mengejar cinta kalian dan menyoba nya sekali lagi. Tapi aku? Aku sudah gagal total. Aku ditolaknya mentah2.” Leeteuk tertunduk lesu.

 

“sudahlah, tidak apa2. Masih banyak gadis lain yang lebih baik darinya” kaya heechul.

“iya hyung, cewe itu pasti akan menyesal telah menolakmu hyung” kata sungmin

“terima asih guys.. kalian lah yang membuat aku kuat menerima ini.”

 

Semua orang tersenyum, pikiran mereka menerawang kemana – mana. Mereka berpikir, mungkin memang harus begini. Super junior tidak akan menyesal karena menjadi jomblo, karena kami punya elf yang selalu mendukung, elf sebagai cinta sejati kami.

 

Four love in soul : What the.. (2)

Four love in soul : What the.. (2)

Eunhae POV

Jantungku berdegup kencang, tidak sabar bertemu Donghae oppa, saat ini kalau boleh jujur, aku tidak begitu memperhatikan soal pekerjaan atau gaji atau kontrak kerja, karna kerja apapun akan aku lakukan asal bisa bersama donghae oppa. Teduh matanya telah menawanku sangat erat.

Yo Na menepuk pundakku pelan, menyadarkan dari mimpi sesaatku, “aku masuk dlu ya” ucapnya. Aku mengangguk pelan. Aku lihat sekitar dan tiba2 merasa sepi. Guys, semoga berhasil. “lee eun hae!” seru seorang laki2 berkacamata. “ne”.. aku segera menghampirinya dan ia mempersilahkan aku masuk ke sebuah ruangan dan Tuhan.. oppa menyambutku dengan senyuman hangatnya.

Ia mempersilahkan aku duduk di kursi di hadapannya. Dan ketika aku hendak duduk, ia buru2 berdiri dan menarik kursinya untukku. Ah.. I am a Princes.

“hai.. eunhae. Apa abar?”

“baik” matanya, aku tidak berani melihat matanya.

“eunhae, Aku tidak akan melihat lagi cv mu karena kita sudah pernah interview sebelumnya. Yang aku ingin tahu sekarang, dari mana kamu mendapatkan nama Lee Eun Hae?”

“hah? Nama?.. a.. aku dapat dari ibuku”

“ah.. iya, betul juga… sebetulnya aku hanya ingin bilang tertarik dengan namamu, itu seperti namaku dan eunhyuk hyung jika disatukan. Apa kau berpikir begitu juga?” aku tak menjawab, hanya tersenyum garing.

“hehe.. itu tidak mungkin ya? Orang tuamu tidak mungkin mengenal kami berdua. Mm.. apa ini takdir?” Tanya oppa dengan mata berbinar. Ingin rasanya aku teriak “betul oppa, betul, ini adalah takdir kita untuk bersatu” tapi tentu tidak kulakukan. Bikin malu saja.

“kalau boleh jujur, aku rasanya  hanya ingin curhat padamu. Apa boleh?” “ne”

“ yah,, aku sebenarnya lelah dengan pencarian asisten ini. Lebih rumit daripada menggelar konser. Kau tahu kenapa?” “ani”

“karena kita harus merasakan kecocokan dan koneksi antara aku dan mereka” aku mengangguk pelan. Donghae oppa terus saja cerita dan cerita.. aku berusaha kuat dan tabah mendengarkan ceritanya. Makin lama mataku semakin berat.. aku.. aku.. ngantuk.

Tidak lama aku merasakan bahuku di tepuk halus, aku mencoba membuka mata dan samar2 kulihat oppa terseyum.

“oh, mianhae..jeongmal mianhae.. aku..” bodohnya aku, bisa2nya aku tertidur saat interview di depan oppa. Oh My God. Mati gw.

“kau sepertinya kelelahan..”

“ne, maafkan saya sudah tidak sopan didepan anda” oppa tersenyum yang membuatku semakin membeku. “tidak apa2, aku yang salah, tidak memperhatikan kondisimu. Sebaiknya kau pulang  dan istirahat, nanti akan kami hubungi lagi”

Aku mengangguk dan segera keluar dari ruangan itu. Ketika aku keluar, aku melihat kyuri, hyunjin dan yon a menunggu di tempat tadi.

“ohtohke..ohtokeyo kyuri… mati nih gw”

“wae? Gimana interviewmu?”

“mati,, tadi gw ketiduran”

“muo? Kok bisa?” kata mereka serempak

“pas didalem tadi gw ga interview, si oppa malah curhat keg w ini itu, nah pas dia ngomong itu gw ketiduran.Aa.. ohtoke? Gimana nasib gw nanti, huhuhu.. “ tubuhku terasa lemas. Habis sudah impian ku bersama donghae oppa. Teman2 hanya terdiam melihatku. Aku tahu tidak ada lagi yang bisa aku harapkan.

“ eunhae, jangan bilang lo ngorok dan ngiler di dalem” kata hyun jin. Mendengar itu aku menjadi semakin lemas. Bodoooh.

 

Lee Yo Na POV

Namaku dipanggil, aku segera pamit pada eunhae. Aku lihat ia tegah melamun, aku harap ia baik2 saja selama kami tinggal.

“anyeonghaseyo..” sapa  Ryeowook. Dia kelihatan exciting, harusnya kan aku.

“anyeonghaseyo” ia menarikkan kursi untukku. “Silahkan duduk”

“kira2 apa kau sudah tahu tugas2 utama seorang asisten pribadi”

“ne, aku harus mempersiapkan semua hal yang kau butuhkan seperti pakaian, makan, dan perlengkapan2 sehari-hari”

“iya, dan yang paling penting, kau harus siap kapanpun aku membutuhkanmu” aku agak tidak senang mendengarnya, dan ia melihat dari wajahku “tapi tenang saja, aku tahu batasan2 waktu yang menjadi hakmu.”

“ceritakan apa saja yang kau bisa”

“aku.. bisa masak” “aku juga”

“aku bisa mengoperasikan komputer, berbahasa inggris aktif, dan memahami akuntansi”

“aku juga, tapi aku tidak butuh itu”

sial, apa sih maksudnya? Ini itu dia bisa, kenapa pake nanya lagi?! Aku hanya melihat dia senyum2 sendiri, ga jelas. “maaf, kalau boleh tahu, asisten seperti apa yang anda butuhkan?”

ia melihat ke atas seperti berpikir,” aku tidak punya kriteria khusus untuk menjadi asistenku. Aku hanya butuh orang yang memngerti dan memahami profesiku sebagai artist, dan orang yang kuat dengan jadwal superjunior. Itu saja”

“jika itu yang anda inginkan, saya bisa memenuhinya. Saya harap anda dapat mempercayakan pekerjaan ini pada saya”

“ Wah, kau orang yang tegas ya” ia tersenyum lagi. Lalu? aku dan dia hanya terdiam. Ia kelihatannya ingin memulai pembicaraan tapi bingung.

“aku.. aku.. sebenarnya ingin bicara lagi padamu, tapi.. yah, pertanyaan intinya sudah kau jawab.” Aku mencoba tersenyum. Namja ini, masih saja aneh.

“baiklah kalau begitu, aku akan menghubungimu lagi untuk kepastian kau diterima atau tidak” aku megucapkan terima kasih dan hendak keluar, tiba – tiba

“chankaman..!” “ne?”

“hati-hati, tangganya licin” katanya. Hahahaa.. mimik mukanya lugu banget.

“terima kasih, nanti saya naik lift saja”

“oiya” ia tersenyum malu2. Ya ampun ni orang.

Aku membuka pintu dan aku sempat melihat dia masih dengan wajah kebingungan mengucapkan kata2 dengan pelan, seperti “sampai ketemu lagi”

Aku keluar dan aku melihat kyuri dan hyun jin, aku melihat wajah mereka tidak senang, aku tidak berani menanyakan apapun pada mereka. Kini kami menunggu eunhae selesai interview, dan lumayan lama. Hingga akhirnya ia keluar dengan mata berkaca – kaca, ia menceritakan hasil interviewnya.

Hahh.. aku merasa jauh lebih beruntung daripada mereka. Tuhan, semoga kami mendapatkan hasil terbaik seperti yang kami inginkan.

 

 

YUI Chord & Lyrics

YUI Chord & Lyrics
C sharp (musical)

Image via Wikipedia

Gw baru tau kalo ternyata lagu2nya YUI asyik juga. Kemana aja ya gw selama ini? hehe.. ini lagu2 lama yang gw suka.. enjoy this..

 

I can’t say Chord & Lyric
E E/D# C#m7 B Aadd9 Am Eadd9
konnan ja susumenai tte anata wa iu keredo yoku aru koto yo atashi nara shitte iru
G D E G
akiramete nante inai tsumori
C G A B
tada waraiau hodo mujaki ni narenai

C#m7 Aadd9 E B
ai shite yo ai ni kite ieta Nara
C#m7 Aadd9 E B F#m7
shiawase ni nareru kana” okubyou na
Aadd9 C#m7
atashi ni kidzuite yo

 

E E/D# C#m7 B Aadd9 Am Eadd9
machi de hayari no skirt ja kyuukutsu de tsukareta kao ni aeta nara ochitsuku yo
G D E G
tomadou anata wo mite iru dake
C G A B
tsuyogari no atashi wa sunao ni narenai

C#m7 Aadd9 E B
ai shite yo ai ni kite ieta nara
C#m7 Aadd9 E B F#m7
anata wa dou suru kana” wagamama na
Aadd9 C#m7
atashi wo wakatte yo

 

C#m7 B / E A ” E / F# / A / B
C#m7 Aadd9 E B
ai shite yo ai ni kite ieta nara
C#m7 Aadd9 E B
shiawase ni nareru kana” kowai kedo
C#m7 Aadd9 E B
ai shite yo ai ni kite ieta nara
C#m7 Aadd9 E B F#m7
anata wa dou suru kana” moshikashite
Aadd9 C#m7 Aadd9 C#m7 Aadd9
hontou wa kidzuiteru no” You know…

 

 

Just my way Chord & Lyric
Gm A F# C
Gm
Nai kagi ga miatara nai
F
Dakara derare nai
A# Gm
Zutto kono heya kara
Gm
Mou maniawa nai ja nai
F
Kitto matte kure nai
A# Gm
Datte itsumo isoideru
F
everyday
A# F
Omou hito ni ae nai
Gm
*Ganbatte saa ganbatte
A#
Hotondo chuu samayou
F
Nai tatte saken datte
C
Koko kara de nakucha hajiman
nai
Gm
Give me love Give me your love
A#
Mugamuchuu sagashite
F
Nai kagi ni maitteru
C
Itsu goro nakushita no darou
Gm A F# C 2x
Lost my way fu fu fu Lost my
way
Gm
Mou tsunagara nai ja nai
F
Rusuden ni mo nara nai
A# Gm
Chotto dare to hanashiten no
F
everyday
A# F
Omou hito ga mie nai
Gm
Nayande nayan jatte
A#
Itai jiyuu tadayou
F
Unmei ga kawacchau yo
C
Ittai dare ga jama shiteru no?
Gm
Without you Without you now
A#
Kanarazu iku kara
F
Without you Without you now
C Gm
Ato sukoshi matte ite
Gm
Ganbatte saa ganbatte
A#
Hotondo chuu samayou
F
Nai tatte saken datte
C
Koko kara de nakucha hajiman
nai
Gm
Give me love Give me your love
A#
Mugamuchuu sagashite
F
Aru hazu sa mitsuke dase!
C
Itsumade koushiteru no?
Gm
Nayande nayan jatte
A#
Itai jiyuu tadayou
F
Unmei ni Accident
C
Demo kekkyoku sagasu shika nai
yo
Gm
Without you Without you now
A#
Kanarazu iku kara
F
Without you Without you now
C Gm
Kagi wa mitsukerareru kara
Gm A F# C
Just my way
Gm A F# C
Just my way
Gm A F# C
Just my way

 

 

Oh My God Chord & Lyric
Bb C
Ayamatte shimaeba ii
Am7 Dm
Nando mo kangaeta kedo
Bb C
Honto no jibun ga kitto
Am7 dm F
Boku no koto utagatte shimau
yo
C Bb F
Yoake no sora wa nemu sou ni
C Bb
Nige okureta hoshi o kakusu
C A7
Kotoba mo naku
Bb C
Jinsei nante aimai da
Am7 Dm
Sasai na surechigai dake de
Bb
Oh My God
C
Kimagure nanda
Am7 Dm
Yorokobaretari
Dm Bb
Okorasetari
Bb C
Hyoudou nanka janai yo
Am7 Dm
Kizuiteiru hazu na no ni
Bb C
Onaji koto shite cha dame date
Am7 Dm F
Dare mo oshiete wa kurenai ne
C Bb F
Atarashi deai no naka de
C Bb
Sayonara o kurikaeshiteiru
C A7
Namida mo naku
Bb C
Jinsei nante aimai da
Am7 Dm
Sasai na surechigai dake de
Bb
Oh My God
C
Kimagure nanda
Am7 Dm
Keisan wa dekinai
Bb C
Dakedo jinsei ni kitai shiteiru
Am7 Dm
Omoi wa itsuka tsunagatte kuru
Bb
Oh My God
C
Kimagure nanda
Am7
Nai tari
Dm Bb
Warattari shite sa…

 

Four Love on Seoul ~ part 2 : What the..? ~

Four Love on Seoul ~ part 2 : What the..? ~
Arrivals at Incheon Airport

Image via Wikipedia

Incheon Airport, 10:45 Am waktu Seoul.

Brak!! Lee Yo Na menurunkan kopernya dari roller pengembalian bagasi. Ia kemudian jalan sendiri, tapi tiba-tiba sebuah tangan memegang pundaknya..

“Yo Na!! apa kau masih marah? Mianhae.. jeongmal mianhae. Kami ga bermaksud meninggalkanmu.” Kata hyun jin. Kata2 Park Hyun Jin segera diambung oleh Kyuri.

“Iya Yo Na, sebenernya kami juga ga ngasih tau satu sama lain. Aku baru ngasih tau pada Hyun Jin dan Eunhae sehari sebelum kita berangkat”. Wajah Hyun Jin dan Kyuri tampak sangat menyesal. Sedangkan Eunhae tengah sibuk sendiri menurunkan koper. Melihat Eunhae kesusahan, ketiga gadis itupun segera membantunya.

“ gwenchanayo. Aku tidak marah. Justru aku harus berterima kasih, karena kalian Ryeowook sendiri yang menelponku dan memintaku untuk datang. Hebat kan? Hehe..”

“Hah? Benarkah itu??” Tanya Kyuri pada Hyun Jin. Lee Yona hanya senyum2 sendiri.

“ Sepertinya benar, karena aku pernah memberikan nomor Yo Na pada heechul”

“ hahahaa.. trik mu bagus juga. Lain kali aku akan mencobanya.” Kata Kyuri.

Setelah mereka selesai dengan barang bawaan masing-masing, mereka pun segera pergi. Didekat pintu keluar terlihat seorang ahjushi berdiri sambil memegang papan nama berisi nama mereka.

“ Annyeong haseyo, apa kalian rombongan dari Indonesia yang akan interview di SJ Entertainment?” sapa ahjushi itu dengan ramah.

“Annyeong haseyo.. Ne, ahjushi siapa?” Tanya hyun jin

“ saya Kim Da Go, staff Heechulnim  yang diminta menjemput kalian.”. Tiba2 ponsel paman itu berdering. “ Yeobseyo? Ah.. ne. mereka sudah didepanku. Oh? Araseo..” ia kemudian menyerahkan hpnya pada Hyun Jin.

“Yeobseyo? Hyun Jin ah? Kalian sudah sampai ya? Kalau begitu ikuti saja paman yang punya hp ini. Dia staff ku. Ia akan mengantar kalian ke tempat kalian menginap dan kita akan bertemu seteah itu. Ok? Aku tutup teleponnya.. aku sibuk.”

Hyun Jin terlihat lemas. “waeyo?” Tanya Yo Na. “ kata heechul, kita ikuti saja paman ini” “lalu? Dia bilang apa lagi?” Tanya Yo Na lagi. hyun jin menggelengkan kepala

“tidak ada. Sudahlah ikuti saja apa maunya”

Jalan2 kota seoul begitu ramai, tapi tetap rapi. Kami tidak mengalami kemacetan seperti yang biasa kami rasakan di Jakarta. Ciit.. mobil berhenti disebuah rumah yang lumayan bagus. Kami masuk kerumah tersebut dan ternyata sama seperti yang tampak dari luar, rumah itu bergaya tradisional korea, lengkap dengan perabotannya, sangat artistic dan sangat nyaman.

Didalam rumah ada dua kamar. oleh ahjushi kami disuruh merapikan barang2 kami kedalam kamar yang tersedia. Aku dan kyuri berada dalam satu kamar, sedang Park Hyun Jin dan Eunhae ada di kamar yang lain.

“ kalian istirahatlah dahulu, dua jam lagi aku akan menjemput kalian, dan kalian sudah harus berpakaian rapi”

“apa kita akan pergi lagi? Kemana? Ngapain?” Tanya hyun jin.

“kalian nanya terus. Kalian jangan khawatir, kalian akan saya antar kekantor SJent*

(*kantor management baru yg dibentuk oleh anggota super junior, diluar SM. Maklum,, penulis tidak senang dengan SMent, dan berharap semua anggota suju keluar dr kantor itu dan membentuk yang baru, hehe..

tidak lama kemudian ahjushi pergi,dan kami membereskan pakaian kami. Aku memeriksa kulkas, dan ternyata ada kulkas penuh dengan makanan.

“teman2.. dikulkas ada makanan nih, kalian mau makan apa?”

“mana?.. mana..? “ hyun jin datang dengan antusias “ wah ada ramyon, potato chips, coke,, waah.. banyak bener” hyun jin mengambil sekaleng minuman soda

“tunggu! Jangan diminum dulu” teiak eunhae

“wae?”

“tunggu, sebaiknya kita periksa dulu makanan2 ini, siapa tau ini sudah kadar luarsa.. atau siapa tau ini ada label harganya, kalo kita asal makan dan minum tp ternyata disuruh bayar kan bisa gawat, bayar pake apa nanti??”

“ coba gw cek” aku ambil beberapa makanan dan ternyata bersih. “ ga ada apa2 tuh, keadaannya baik2 aja dan ga ada label harganya. Mungkin emang ini disediain buat kita, bagian dari akomodasi”

“o iya ya,, ya udah makan aja deh, kebetulan aku juga laper”

Dua jam kemudian, ahjushi datang dan kami sudah siap dengan pakaian rapid an membawa bekas2 yang mungkin diperlukan. Ahjushi membawa kami ke sebuah gedung perkantoran cukup besar. Kami diturunkan agak jauh dari sebuah gedung yang berlabel SJ Entertainment. Entah kenapa paman menyuruh kami jalan kaki menuju gedung itu.

Sesampainya digedung tersebut kami melihat ada banyak perempuan2 muda lalu lalang.

“ini kantor apa tempat hiburan malam sih? Kok isinya cwe semua??” Tanya hyun jin

“ayo kita Tanya ke recepcionist.” Kata kyuri, dan tanpa ragu2 di bertanya pada resepcionist disitu. Kami menunggu beberapa meter darinya.

“gimana?” tanyaku setelah kyuri kembali.

“katanya kita disuruh ke lanti dua, dan disuruh menunggu natrian disana”

“natrian? Emang banyak ya yang ngelamar?”

“entahlah, kita kesana saja dulu”

akhirnya kami berempat naik lift ke lantai dua, dan sesampainya di lt 2, kami sungguh terkejut.

“what the hell..” ucap kyuri geram. Ternyata antriannya banyak sekali, ada sekita dua ratus orang perempuan2 muda cantik2 mengantri untuk interview sama seperti kami.

Belum selesai keterkejutan kami, eunhae teriak memanggil

“teman2.. liat ini” eunhae menunnjuk kesebuah papan pengumumam,, ternyata informasi yang ada didalamnya benar2 membuat kami ternganga.

“oppa, kau jahat..” ujar hyun jin mulai berkaca-kaca. Ternyata isi pengumuman itu adalah list peserta yang ikut interview dari seluruh penjuru dunia..(lebay dikit). Untuk heechul, interviewerya ada 150an lebih, donghae 120 orang, yesung 80an, sedang ryeowook ada lima.

“gila.. emang ini ajang pencarian bakat apa? Banyak amat?!!”

“Yoo Na, kau sangat beruntung, kau tidak harus bersaing dengan seratus oirang untuk bisa mendapatkan  ryeowook.”

“tetap saja, aku tidak percaya ini. Aku pikir aku satu-satunya”

“kau, aku kita semua salah. Ini memang terlalu bagus untuk jaid kenyataan” kata eunhae.

“biar saja.. sudah sampai disini, kita jangan menyerah..” kata kyuri. Kami semua mengangguk.

Lalu kami berbalik, dan begitu melihat banyak perempuan2 cantik bak model berkeliaran penuh charisma, jujur.. aku tidak percaya diri.

Hari sudah sore ketika aku, kyuri hyun jin dan eunhae mendapatkan giliran interview, masing2 dari kami diminta memasuki ruangan yang berbeda.

Kyuri pov :

“hai kyuri,,” sapa yesung ramah. Kyuri hanya senyum sinis

“apa perjalananmu menyenangkan? Indonesia pastilah sangat jauh dari sini, kalau kau ingin istirhat dulu, aku akan menunggumu”

“tidak apa2, saya sudah siap”

“oh,, baiklah. Kalau begitu kita mulai saja interviewnya. Jadi Kyuri, apa kau bisa masak?”“ne”

“menyetrika?” “ne” “menjahit?” “(dia pikir aku pembantu) ne”

“punya pengalaman dengan tindakan criminal?” “ aniyo” yesung membolak balik kertas cv ku, dia sudah pernah membacanya, entah apa yang dia cari lagi disitu.

“hmn.. aku pernah menginterviewmu sebelumnya, jadi sepertinya interview hari ini tidak berguna”

“muo? Wae? Kenapa tidak berguna?”

“ya karena saya sudah menginterviewmu”

“iya,, lalu kenapa kau memanggilku sampai kesini??”

“hanya ingin tahu kesiapanmu saja, jika kau terpilih jadi asisten pribadiku, akan ada banyak sekali hal2 yang tak terduga, dan yang pasti sulit”

“tapi.. tapi..” aku tak percaya apa yang dia katakana. Aku tak sabar

“aku tau aku bisa sampai kesini adalah karena akomodasi darimu, tapi aku tidak mengharapkan begini. Ketika aku datang ke sini, mungkin saja aku menyia-nyiakan hal baik yang akan datang padaku”

“begitu?” mata yesung berbalik nanar padaku. Aku membalasnya dengan tatapan tajam. Aku tidak perduli jika harus diusir pulang sekarang juga, aku hanya tidak suka perbuatan yang semena-mena.

“kalau begitu silahkan keluar,, dan berharaplah aku akan memanggilmu kembali”

“tidak akan” aku segera keluar dari ruangan pengap itu. Aku rasa, ruangan itu jadi begitu pengap karena harus berbagi udara dengan orag menjengkelkan itu. Aku duduk diruangan tunggu, ditempatku semula duduk, tidak aga hyun jin, eun hae atau Yo Na. Mungkin aku yang pertama keluar dr ruangan itu, dan yang pertama pulang. Aku tidak yakin, aku sedikit takut dan sedikit menyesal. Damn! Kenapa aku mengatakan hal seperti itu. Huhh.. sudah terlanjur. Aku harus siap.

Hyun Jin Pov :

Aku masuk kesebuah ruanga, aku pikir hanya adda aku dan Heechul Oppa, tapi ternyata ada beberapa lagi orang, dua orang laki2 dan satu orang perempuan, mereka sedng asyik bercanda sampai2 tidak menyadari kehadiranku.

“permisi..!” teriakku untuk kedua kalinya

“ah,, kau hyun jin, duduklah” ucap heechul

“terima kasih, saya sudah duduk” jawabku. Dan.. mereka semua tertawa.

“hahahaaa.. kau bisa saja. Baiklah, ayo sekarang kita interview.. hm.. dimulai dari mana ya.. jujur saja pekerjaan ini sangat berat, aku adalah bintang besar yang bersinar, bukan hanya sebagai member suju tp juga model, jadi apa kau siap? Apa kau cukup tangguh untuk pekerjaan ini?

Aku menarik nafas mencb ameyakinkan diriku.

“iya, aku siap.”

“kalau begitu buktikan,, susunlah sepatu2 itu sesuai dengan trendnya, misalnya sepatu2 kekantor, sepatu olah raga dan lain2. aku ingin tau seberapa cepat kau bisa melakukannya”

what?? Apa2an ini? Apakah tugas seorang asisten pribadi itu juga untuk menyusun2 sepatu?

“oh iya, susunkan juga baju2 yang dirak itu”

“ne” aku segera menyelesaikan pekerjaa dengan sepatu2 itu,, dan beralih ke rak baju. Ada satu baju yang dilipat di pali ujung, aku tidak bisa menjangkaunya. Aku lihat mereka hanya diam dan tidak ada satupun yang berusaha membantu. Kalau aku menarik kursi aku malu, jadi aku harus sampai,, pas ti sampai,, pasti… Yaaa… (Gibrak) aduuh..

aku terjatuh, aku berusaha berdiri tapi tak disangka aku menginjak baju itu dan membuatnya robek. Oh My God.

“Yaa.. apa yang kau lakukan. Itu baju yang sangat mahal..” ucap perempuan itu setengah berteriak. Heechul menggelengkan kepala. “Oppa.. baju itu baju yang kubelikan untukmu diparis, aku tdk rela dia merusaknya” rengek perempuan itu. Sungguh aku takut, dan merasa bersalah.

“minahae, joengmal mianhae.. biar kuganti bajunya”

“ganti? Ganti pakai apa? Itu baju dari paris, harganya sangat mahal.. apa kau sanggup membelinya??! Gajimu setahun pun takkan sanggup mengganti semua kerugian yang kau timbulkan, mengerti??!”

Heechul menatapku, aku hanya bisa menunduk. Lalu ia beralih pada wanita itu.

“sudahlah,, tidak apa2..aku tetap akan menyimpannya. Nanti aku juga akan membelikan yang lain untukmu..” perempuan itu tersenyum puas. Sial.

“kau hyun jin, silahkan keluar”

aku hampir saja menitikkan air mata saat keluar, tp kutahan. Aku bukan anak kecil. Cobaan seperti ini pasti bisa kutangani. Ooh,, Tuhan, Aku malu sekali.

~ To Be Continued ~

Smilling Fox 2

Smilling Fox 2

 Annyeong haseyo,, ^_^

Udah jadi nih yang part 2 nya, agak gak jelas sih tapi selamat menikmati.

 

Cast :

  • Han Kong Won
  • Kim Ryeowook
  • Choi Siwon

 

 

Kudengar, sudah dua hari dia tidak masuk kelas dan tidak juga muncul di media. Aku agak khawatir, meskipun sedikit malu mengakuinya. Dikepalaku berkecamuk banyak pertanyaan. Kemana dia? Apa dia sedang sakit? Jangan2 dia sakit gara2 kupukuli malam itu. Wah, gawat. Aku bisa masuk penjara nih. Atau.. lebih parah lagi, aku bisa2 mati dihajar para fansnya ryeowook.  Poff !! (muncul diriku dalam versi evil, dengan tanduk dan ekor jarum). Aniyo. Dia muntah diwajahmu, wajar kalau kau bersikap demikian. Batinku melawan. Apa aku kelewat kasar ya?? Ah, tidak. Dia yang salah. Tapi.. orang2 terlanjur mengenalnya sebagai anak baik2, an angel. Aku jelaskan sampai berbusa pun tidak akan ada yang percaya padaku. Hmnn.. tapi agak aneh. Artis tenar seperti dia, jika ada insiden sekecil apapun pasti akan jadi berita. Tapi kenapa belum ada reaksi baik dari media ataupun para fans? Sebetulnya apa yang terjadi??

 

Tok! Tok ! Tok !

 

Mejaku diketuk seseorang. Aku mengangkat kepala, dan ternyata Jung Soo.

“ada yang mencarimu tuh”. Aku menoleh kearah depan kelas. Disana sudah berdiri kim ryeowook yang sedang dikerubungi (emang laler?) yeoja2. Ia tersenyum dan menjawab sapaan dari mereka. Aku ingat Yuuna pernah bilang kalau ryeowook itu humble, tapi entah hanya firasat atau apa, aku merasa itu hanya image building. Dia gak tulus.

 

“Han Kong Won. Bisa kita bicara sebentar?” teriak wookie dari luar, sambil tersenyum. Dengan agak malas aku bangkit dari kursi. Tanpa banyak kata ia segera jalan dan meninggalkan para cewek yang kini memandang kesal dan menggerutu kepadaku. Aku  segera mengikutinya dibelakang.

 

Ryeowook membawaku kegedung olahraga. Sedang tidak ada orang disana.

 

“Bagaimana lukamu? Sudah baikan?..” tanyaku saat melihat wajahnya masih ada sedikit memar. Ia hanya tersenyum kecut.

 

“ Tolong, jangan katakan apapun. Jangan beritahu siapapun mengenai kejadian malam itu”

 

Yah, siapa juga yang mau bilang2. Itu sangat memalukan untukku. Gak pernah aku diperlakukan seperti itu seumur hidupku. Aku mengangguk pelan. Sekilas kulihat wajahnya menjadi murung.

 

“waeyo??” tanyaku. Ryeowook kembali tersenyum kecut kemudian menatap langit2 gedung.

 

“jujur saja, kau memukulku dengan telak. Seumur hidup aku belum pernah dihajar seperti itu, apalagi sama perempuan. Jadi kuminta, jangan bilang siapa2”

 

“Ne. itu juga sangat memalukan untukku. Sebenarnya aku ingin minta maaf karena kelewat kasar padamu. Maafkan aku” aku membungkukkan badan.

 

Ia menoleh kearahku dan sambil tersenyum ia berkata “ Aniyo. Aku tidak akan memaafkanmu han kong won”. Deg . Berubah, ekspresi wajahnya seketika berubah.

 

“Aku tidak akan memaafkanmu karena telah menghajarku, membuatku malu, dan melukai wajahku. Kau tahukan kalau wajahku adalah asetku. Aku rugi karenamu.”

 

“Muo? kau sedang berakting? jika iya, maaf.. aku tidak bisa mencernanya”

 

ryeowook kini menghadap kearahku dan menatap dengan tegas.

 

“ kau tahu kan, fans fanaticku sangat banyak, mudah bagiku untuk menghancurkanmu, Jadi dengarkan aku. AKU AKAN MEMBALASMU” ia mengancamku sambil tetap tersenyum (senyum mulu) Angel’s smile yang selama ini ia perlihatkan tiba2 terasa seperti fox smile. Bulu kudukku berdiri semua.

 

“lalu? Apa maumu?” tanyaku lagi. Aku memutar otak mencoba menangkap maksudnya.

 

“ mauku? Hm..” ryeowook memandang langit2 lagi “tentu saja, aku ingin menghajarmu”

 

“ benarkah??” wow.. dia serius gak ya? menghajarku? Hahahahaa

 

“Tapi karena aku tidak pandai berkelahi, jadi aku akan masuk klub tae kwon do”

 

“Hah?? apa kau mabuk??”, aku memandanginya dari ujung kepala sampai ujung kaki . Emang bisa apa cowok kemayu kayak dia panas2an ditengah lapangan??

 

“tidak. Aku serius. Ambilkan formnya untukku, aku pasti datang” aku hanya bisa mengangguk – angguk. “ Tapi sebaiknya kau jangan tenang dulu, itu hanya permulaan. Yang sebenarnya aku inginkan adalah.. kau” lanjutnya.

 

“muo??” aku tak percaya pada apa yang kudengar. Jujur aku sedikit ge-er, tapi tunggu, jika yang ia maksud adalah menghancurkan hidupku, maka ini bisa jadi masalah besar.

 

Ryeowook pergi begitu saja. Aigoo.. bocah ini, benar2 bermuka dua. Aku harus bersiap2. aku yakin ia memiliki rencana dibalik semua ini.

 

~ esok harinya ~

 

“Waa…Oppa.. Oppa… Daebak Oppa..” aku menoleh kearah sumber keributan, dan ternyata para yeoja sedang meneriaki kim ryeowook.

 

Ryeowook datang ketempat latihan sudah mengenakan dobok (pakaian latihan tae kwon do). Ia menyerahkan form keanggotaan padaku, dan akupun segera membacanya. Hmn.. yang diisi hanya keterangan nama, kelas, umur, dan.. lho? Apa ini? Motivasi masuk klub adalah untuk menghajar han kong won? Hahahaa babo. Yang akan terjadi adalah aku yang akan menghajarnya.

 

“baiklah ryeowook ssi, kau sudah resmi masuk klub. Aku sebagai manager klub tae kwon do berharap kau bisa ikut berpartisispasi dalam acara2 yang mungkin akan kami adakan kedepannya” kataku basa basi.

 

“ya.. ya.. terserahlah” jawabnya ketus. Tanpa sadar aku memperhatikan wajahnya yang kecil itu. Matanya begitu cantik dan bibirnya tipis sempurna. Lho, kenapa ini? Dadaku sakit.

 

Kim Ryeowook berjalan kepinggir lapangan dan melakukan stretching2 ringan. Suara yeoja2 sekolah kami bertambah riuh. Ia mengangkat kepalanya dan memandang kekerumunan para gadis sambil melepas senyum (bosen dah ngetiknya). “annyeong haseyo..” sapanya lembut, dan suara para yeojapun semakin keras.

 

“ehem.. ryeowook, aku harap fans2 mu tidak membuat masalah dan mengganggu latihan kita.” ucapku berusaha sewajar mungkin, jujur saja aku tak tahan dengan suara ribut2 itu.

 

“Onnie, sabam datang!” teriak yuuna. Aku menoleh dan melihat guru kami, sabam siwon datang sambil membawa alat2 target. Aku menghampirinya.

 

“annyeong haseyo kong won-ah” sapanya. Seperti biasa sikapnya selalu menghangatkan hati.

 

“ ini aku bawakan alat2 baru” aku pun segera mengambil catatanku dan menginventarisirnya.

 

“wah ada anak baru ya? Siapa dia?”

 

“kim ryeowook” jawabku singkat.

 

“kim ryeowook, anggota super junior yang terkenal itu?”

 

“begitulah” jawabku sambil tetap menulis. Tiba – tiba bam siwon mengelus-elus kepalaku.

 

“ Ceria lah. Ini hari yang cerah untuk memulai latihan” lalu ia pun pergi menghampiri yang lain.

 

~ Author POV ~

 

Setelah selesai menginventarisir barang2, han kong won bergabung dengan yang lain. Mereka memulai latihan dengan pemanasan, kemudian gerakan-gerakn dasar, hingga akhirnya latihan menendang target. Bam siwon meminta kong won  memegang target . Seperti biasa, ia mencontohkan tendangan yang benar terlebih dahulu. Bang! Tendangan yang keras dan sempurna. Disaat seperti inilah, semua aura ketampanannya keluar.

 

Semua orang berbaris dan mencoba menendang satu per satu. Yuuna, lumayan. Rara, powerful, Onew (cameo) semakin bagus, dll yang tak mungkin aku sebutkan satu per satu ( susah ngarang nama2 orang korea). Dan tibalah giliran ryeowook yang menendang.

 

Ia baru bersiap2, tapi para cewek sudah berteriak histeris. Dasar sewek2 lebay.

Ia mengambil sikap, lalu 1..2..3.. Lho? Ga kena? Ssiiing.. sepi.  “coba lagi” kata bam siwon. 1..2..3.. ga kena. (krik krik). Ryeowook mencoba lagi dan tetap tidak kena. Han kong won dan siwon saling berpandangan. “coba lagi?” Tanya gadis itu sambil menjulurkan target pada wookie. Terlihat Ryeowook menarik nafas menahan kesal.

 

“ryeowook ssi, sepertinya kau kurang focus. Baru pertama kali ya? Hmn.. sebaiknya kau latihan bersama kong won. Aku akan meneruskan dengan yang lain” Dan mereka berdua berjalan memisahkan diri dari yang lain.

 

“bagus, lagi-lagi kau mempermalukanku” ucap ryeowook ketus.

“Aku? Memangnya apa yang aku lakukan?” Tanya kong won benar2 tidak mengerti. Tiba-tiba wookie berbalik dan membuat mereka hampir bertabrakan.

 

“ya! Kau membuatku keihatan bodoh!. Pokoknya aku tak mau tahu, kau harus mengembalikan harga diriku.” Ancamnya penuh emosi. “caranya?” Tanya kong won polos.

 

Wookie melihat ke sekeliling, lalu ia berjalan mengambil target yang tak terpakai.

 

“nih, pakai ini dan buatlah suara seakan-akan kakiku mengenai targetnya. Pukulkan ini pada pahamu”

 

Han kong won mungkin hatinya mencelos, jatuh ketanah. Ia memicingkan mata. Orang ini benar2 licik. Bisa-bisanya ia ingin menipu kami semua. Dalam hati tak rela, tapi apa boleh buat. Mereka pun bersiap.

 

Saat menendang kaki ryeowook menyentuh target, hanya menyentuh, tak ada power apa lagi tehnik.

 

“mana suaranya??” ucap wookie sambil melotot.

 

Bang! “bagus”, ia mencoba lagi. Bang! Suara yeoja2 kembali riuh. Dan wookie pun tersenyum. “ ayo, pukulkan target itu lebih keras lagi, bisa kan?” kong won memandang tak percaya, dan wookie hanya berkomentar.

 

“jangan memandangiku seperti itu, aku belum meminta apapun darimu. Masih banyak hal yang harus kau lakukan untukku”

 

Han kong won terdiam. Ia sepertinya mengerti apa maksud wookie, dan ia merasa terjebak.

 

“singkirkan senyum rubahmu itu.” Ucap kong won menahan kesal.

 

~Author End~

 

~Ryeowook POV~

 

Aku selesai latihan, ini pertama kalinya bagiku, aku jadi agak grogi. Untung ada gadis itu. Hahahaaa.. dia itu cool sekali. Aku jadi ingin mengerjainya.

 

Tok. Tok.  Eteuk hyung masuk kekamar.

 

“ini jadwal kita yang baru, harap kau bersiap-siap”

 

“muo? Sebanyak ini?” aku kaget melihat jadwal latihan dan perform yang hampir 3 lembar itu.

 

“waeyo? Ada masalah?”

 

“ mm.. anu, hyung. Sebetulnya aku sudah masuk klub taekwondo disekolah. Bisakah jadwalnya dikurangi sedikit??” tanyaku mengeluarkan sinar mata penuh harap. Acting dikit ga apa apa lah.

 

Eteuk hyung mengernyitkan dahi. “ kau yakin?” tanyanya. Aku mengangguk.

 

“araseo, aku akan bicarakan ini pada manager” dan ia pun keluar.

 

Aku menatap kertas2 itu. “ Mian hyung, aku sayang padamu, dan aku juga sayang pada group ini. Tapi.. aku butuh waktuku sendiri”

 

 

 

 

 

 

 

 

~To be continued~

Ratu Adil telah Mati

Ratu Adil telah Mati

Ratu adil sudah mati. Oh Dewi adil, kau berubah menjadi batu dingin sebangsa marmer, atau porcelain?, apa saja. Mematung, kau memang patung. Didepan bangsal pengadilan, pada tepian taman yang isinya hanya sejumput rumput, tiga batang pohon asoka dan beberapa pot pohon beringin bonsai, itu singgasanamu.

Secercah cahaya menimpa wajah mulusmu, dan kau bergerak. Timbangan pada tanganmu bergoyang. Ia tak lagi seimbang. Apa kau lelah? Kau tampak ingin segera meletakkan benda yang terlanjur dipercaya manusia sebagai symbol keadilan itu. Miris, timbangan didudukan tapi ia tidak seimbang. Kenapa bisa? kau tak menjawab.

Kau makin banyak bergerak. Seakan tak puas hanya melepaskan benda terlanjur keramat itu, kini menggerakkan tanganmu keatas, melepas tutup matamu. Apa jadinya, Ratu Adil tanpa Timbangan dan tutup mata?

Jangan, jangan banyak bergerak. Jika kau banyak bergerak, kau akan berubah seutuhnya.
Ah,, kau tidak mendengarkan. Liat sekarang rupamu.. kau jadi wanita jalang dengan rok mini semini akal manusia mengenai nafsu. Kau membangkitkan birahi, biarahi akan kekuasaan dan ketamakan.

Apa? Kau mengelak? Kau katakan kekuasaan dan ketamakan sudah dipunyai manusia sejak dulu kala, sejak pertama kali manusia dilahirkan.

Tidak ratu, Nabi Adam dan Siti Hawa tidak dilahirkan berperut buncit, dengan taring serta cakar melengkung yang mencengkeram uang dan kekuasaan dengan begitu kuat. Bahkan,, Nabi kami belum mengenal uang.

Ratu adilku, kau tidak lagi adil. Dengan kau yang sekarang hidup, kau sesungguhnya mati. Menjadi manusia bukanlah dosa, itu takdir. Dan takdirmu seharusnya tetap dan selamanya tetap menjadi symbol keadilan, menggugah semua hati pelaknat menjadi gentar dalam kuasa timbangan hukummu.

Aku putus asa padamu. Aku kini hanya punya Tuhan.

YUI ~ Am I Wrong & Goodbye Days Lirycs

YUI ~ Am I Wrong & Goodbye Days Lirycs
Good-bye Days

Image via Wikipedia

Akhir – akhir ini lagi suka banget dengerin lagu2 nya YUI. Dia udah dewasa tapi suaranya masih kayak anak kecil. Imut banget. Anyway, ini dua lagu yang sedang sering saya dengarkan.

Am I Wrong?

Damatteita sore wa YES ka NO dake de
Kimerarerai koto datte sugu ni wakattara

Me wo sorashi tara
Tabun hanashidasu no ne?
Anata wa…

Kowai mono nante nai no
Ushinau mono nante nai no

Kyou mo uta wo tsukurimashita
Yurushite yukou to utaimashita sore nano ni…

Denwa ga naru ichiji chuudanshita dake de
Warattari yoku dekiru nado miteita

Kigen ga warai dakeda to
Kitto omotterun deshou?
Anata wa…

Mamoru mono wa tatta hitotsu
Kokoro ni uso wa tsukenai no

Kyou mo uta wo tsukurimashita
Tsudukete yukou to utaimashita sore nano ni…

Wakariaenai ne anata to wa

Komarasetari shitakunai yo
Demo yuzuru wake ni ikanai yo

Ashita mo uta wo tsukuru kara
Itsuwarinaku ikiteitai yo sore nano ni

Sore dake nano ni ah ah
Am I wrong?

 ***************************************************************************************************

Goodbye Days

Dakara ima ai ni yuku, sou kimetanda
Poketto no kono kyoku wo kimi ni kikasetai
Sotto boryumo wo agete tashikamete mitayo

OH GOODBYE DAYS ima
Kawari ki ga suru
Kinou made ni SO LONG
Kakkou yokunai yasashisa ga soba ni aru kara
LA LA LA LA LA WITH YOU

Katahou no EARPHONE wo kimi ni watasu
Yukkuri to nagare komu kono shunkan
Umaku aisete imasu ka?
Tama ni mayou kedo

OH GOODBYE DAYS ima
Kawari hajimeta mune no oku ALLRIGHT
Kakkou yokunai yasashisa ga soba ni aru kara
LA LA LA LA LA WITH YOU

Dekireba kanashii omoi nante shitaku nai
Demo yattekuru deshou, oh
Sono toki egao de “YEAH HELLO MY FRIEND”
Nante sa ieta nara ii noni

Onaji uta wo kuchizusamu toki
Soba ni ite I WISH
Kakkou yokunai yasashisa ni aeta yokatta yo
LA LA LA LA GOODBYE DAYS

Story on No Other MV

Story on No Other MV

Disuatu malam yang dingin, Kyuhyun dan Ryeowook duduk diruang tengah di dorm. Wajah mereka terlihat bete dan lelah. Tidak beberapa lama muncul satu per satu member super junior dan duduk diruangan yang sama. Entah apa yang terjadi, semua wajah mereka terlihat sama, bete dan lelah.

“haaaah..” mereka menghela nafas bersamaan. Kaget, mereka pun saling berpandangan. “YA! Ada apa dengan kalian? Kenapa wajah kalian bete begitu?” kata leetuk.
“hyung sendiri? Wajah hyung juga terlihat bete” eunhyuk balik bertanya. Leetuk mengalihkan pandangan, “ani.. aku tidak bete” jawabnya mencoba menghindar.
“eee… aku tahu. Hyung, bukankah hari ini kau berencana menyatakan cinta pada gadis yang kau suka? Bagaimana hasilnya?” Tanya eunhyuk lagi. Leetuk tidak menjawab.

“eh? Bukannya hyung juga melakukan hal yang sama? Lalu donghae dan siwon juga kan?” Tanya sungmin tiba – tiba. Wajah ketiga orang yang disebut menjadi lebih bete lagi. Heechul, dengan tampang acuhnya berkata, “ hari ini semua orang menyatakan cinta tapi sepertinya tidak ada yang berhasil”. Semua member langsung pura – pura tidak mengerti.

“hhh.. sudahlah, tidak perlu ada yang disembunyikan lagi. Sebaiknya kalian cerita saja, siapa tahu cerita kalian bisa jadi semangat dan meringankan permasalahan yang lain” kata leetuk. Auranya sebagai seorang leader segera keluar.
“ya, sebaiknya begitu. Beban yang dibagi akan menjadi lebih ringan.” Kata siwon menambahkan.
“kalau begitu, hyung saja yang mulai cerita duluan”, kaya kyuhyun dengan wajah setengah mengejek.
“Aish! Anak ini. Baiklah, aku yang akan mulai cerita duluan.” ujar siwon.

“ hari ini, aku bertemu gadis yang kusuka. Aku berencana menyatakan cinta kepadanya, jadi aku mengajaknya jalan – jalan ketaman. Aku deg-degan, perasaanku tak menentu, aku gugup. Aku mencoba menenangkan diri dan mengalihkan pandangan. Saat itu aku melihat tali sepatunya belum terikat dengan benar, jadi aku membantunya mengikatkan tali sepatu. Aku berpikir ini adalah saat yang tepat. Sungguh, aku hampir saja menyatakan cinta padanya, hingga makhluk itu datang dan merusak semuanya”

“hah? Makhluk itu? Apa yang datang? Alien?” tanya eunhyuk.
“babo. Tentu saja bukan!”
“lalu?”
“aish. Kau tau kan kalau aku sangat geli pada ulat bulu? Saat itu, saat aku baru saja selesai membantunya mengikat tali sepatu, aku melihat ulat bulu merayap diujung roknya. Iiih.. geli” kata siwon sambil merinding.

“ulat bulu? Kenapa ada ulat bulu diujung roknya?” Tanya sungmin.
“entahlah, mana aku tahu” jawab siwon ketus.
“ lalu? Apa kau membantunya membuang ulat bulu itu, hyung? Omo, jika iya, kau sangat gagah.” Tanya ryeowook dengan mata berbinar-binar.
“ani. Aku jatuh pingsan, setelah itu aku tak tahu lagi apa yang terjadi. Bangun2 aku sudah didalam mobil bersama manager”. mata ryeowook berubah, ia membelalakkan mata.
“YA! Bodoh tingkat tinggi. Bukannya membantu menyingkirkan ulat itu, kau malah pingsan. Kasian sekali gadis itu, dia pasti sedang gatal – gatal sekarang” kata heechul.
“o iya, aku tidak berpikir kesitu. Duh, semoga dia baik2 saja.”
Semuanya senyum senyum mendengarkan kisah siwon.

Leetuk melirik kearah sungmin. “ sungmin-ah, sekarang kau yang cerita”
“aku? Hmn.. baiklah.”

“ hari ini aku ingin menyatakan cinta pada gadis yang kusuka, aku memikirkan cara supaya bisa membuatnya tersentuh. lalu aku berpikir tentang hal yang paling dia suka. Aku teringat bahwa dia suka sekali mendengarkan musik, ia penikmat musik sejati. Karena itu, aku meyiapkan organ dibawah tangga dan memainkan lagu untuk membuatnya keluar dari kamar. Aku menunggunya sekian lama, tapi dia tidak keluar2. aku sampai capek dan suaraku serak. Tapi,, dia akhirnya keluar. Lalu kalian tahu apa yang terjadi?”

semua menggelengkan kepala.

“ dia keluar sambil mengenakan headphone. Ia bahkan tidak sadar aku sudah lama menunggunya dibawah. Ia malah asyik dengan iphonenya.”

“lalu? Lalu?” Tanya ryeowook tidak sabar.
“aku berusaha membuatnya sadar akan kehadiranku, tapi.. rupanya itu kesalahanku yang terbesar. Aku menepuk bahunya. Ia sangat terkejut hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh dari tangga. Aku sangat sangat sangat menyesal” wajah sungmin berubah menjadi sedih.
“lalu apa yang terjadi pada gadis itu?”
“aku membawanya kerumah sakit. Kata dokter kakinya terkilir. Ia kelihatan kesakitan, jadi aku tidak jadi menyatakan cintaku padanya.”

“hahahaa… kau pasti gila jika masih mau menyatakan cinta padanya saat itu. Masih untung dia tidak marah” kata heechul

“ne. aku akan mencobanya lain kali” kata sungmin malu malu.

“oh iya, bagaimana denganmu Kyu? Apa hari ini pernyataan cintamu lancar?” Tanya leeteuk. Dengan wajah masih bete, kyuhyun menjawab “ani. Nasibku sama saja dengan para hyung.”

“aku menghabiskan waktu berjam – jam menempel kerta kerta di dinding untuk membuat gambar hati. Aku ingin dia melihat betapa besar cintaku padanya. Tapi, aku salah langkah. Aku menempel kertas2 itu didinding luar, sedangkan hari ini cuaca benar2 tak mendukung. Aku sudah siap menyatakan cinta padanya, aku pun sudah melihat dia dari jauh. Sayang, tiba2 angin kencang datang dan menerbangkan mahakarya ciptaanku itu. Dan sialnya, ada seorang kakek tukang sapu jalanan menyapu kertas2ku sampai ada yang sobek. Dari pada bentuk hatinya jadi gak karuan, aku simpan saja. Dan aku tidak jadi menyatakan cintaku padanya.”

“bodoh, hanya karena alasan itu kau tidak jadi menyatakan cinta? Wah, jika kau sial, sepulang dari bertemu denganmu, dia pasti sudah direbut orang lain” kata heechul.

“Hyung, kau jahat. Jangan berkata seperti itu pada kyu” ujar sungmin.

“aku bicara apa adanya. Jika dia membuang2 waktu karena hal2 sepele, ia akan menyesal nanti” kata heechul lagi. “dia benar” jawab kyuhyun. Semua orang terkejut.

“heechul hyung benar, setelah aku antar dia pulang, ada seorang pria menunggunya. Aku tidak tahu siapa dia, tapi perasaanku tidak enak.”

“apa kau sudah menghubunginya lagi?” Tanya sungmin. “belum”
“YA!” teriak sungmin, suaranya lebih keras dari teriakan heechul. “kau memang bodoh. Palli, telepon dia, Aish.. kau ini.” Mata sungmin nanar kearah kyuhyun. Ryeowook segera menarik tangan kyuhyun dan menyuruhnya menjauh. “sudah, telepon dia sana”

“hahahahaaa… kasihan sekali anak itu.” Kata yesung sambil tertawa geli.

“kau sendiri? Bagaimana kisahmu?” Tanya heechul.

“aku mungkin orang yang paling beruntung dari kalian, aku berhasil meyatakan cintaku, meskipun ada insiden kecil.”

“oh ya? Chukkae hyung” kata donghae. Yesung membalas dengan senyuman. “tapi, insiden apa yang membuat wajahmu tadi ikutan bete?” Tanya donghae.

“itu.. insiden balon pecah dan cincin”
“aku mencoba memberikan kejutan pada gadisku, aku ingin menyatakan cintaku dengan memberikannya cincin. Supaya lebih surprise lagi, aku membeli banyak balon”

“balon? Untuk apa?” Tanya eunhyuk.
“rencananya aku akan muncul dari balik balon itu dan menerbangkan semua balon kecuali satu balon. Dan balon itu akan kuberikan padanya dengan sebuah cincin diujung talinya. Tapi rupanya aku terlalu banyak beli balon, jadi sebelum dia datang, aku memberikan beberapa balon pada anak2 yang kebetulan sedang main disekitar sana. Lalu saat itu pun tiba. Dia datang dengan memakai dress yang manis sekali. Aku sampai terpana. Kami saling berpandangan.. suasana yang romantis. Aku igin merasakannya lebih lama lagi. Tapi tiba2, ada suara ledakan. Suaranya keras, dan berulang, kami benar2 terkejut. Rupanya anak2 itu memecahkan balon2 yang kuberikan pada mereka. Benar2 merusak suasana. Aku jadi melepaskan balon2 nya lebih awal. Dan aku segera memberikan cincin itu padanya.”

“wow, happy ending” celetuk kyu yang baru datang habis menelpon.
“hei, bagaimana?” Tanya sungmin. “ah, tidak apa2. itu kakaknya yang baru datang, hanya ingin menjenguk. Nah, hyung.. lanjut”

“oke. Jadi.. sebetulnya tidak bisa dibilang happy ending. Setelah aku memberikannya cincin, dia memakai cincinnya didepanku, tapi ternyata tidak muat. Aku pun mencoba memakaikan padanya, dan ternyata juga tidak bisa. Entah ukurannya yang salah, atau dia yang jadi lebih gemuk.”
“apa? Dia tambah gemuk saja kau tidak tahu? Katanya kau sangat mencintai dia??” ejek heechul.

“ ah, buatku itu tidak jadi soal. Yang penting dia tahu perasaanku dan dia menerimaku. Hanya saja, aku harus pergi ke tht, sepertinya telingaku jadi sedikit budek karena balon2 itu”

“hahahaa..” heechul ketawa keras.
“hei kau! Jangan hanya bisa berkomentar, mengejek dan ketawa saja. Kau juga, ceritakan pengalamanmu hari ini” kata leeteuk.

“ aku? Hehehee.. baiklah”

to be continued

ryeowook on No Other MV

Four Love on Seoul

Four Love on Seoul

Siang – siang di halte busway pasar rebo, Jakarta Timur.

Lee Yo Na : Ih.. yang lain pada kemana sih?? Selalu aja telat (melihat e layer hp) Oh ini sms dari Kyuri, “ sebentar ladi nyampe, tunggu ya..” (tidak berapa lama)
Kyuri : (datang dgn santainya) Lee Yo Na! Udah lama?
Lee Yo Na : Udah lama?! Ya iya lah. Lo ga liat muka gw udah cemong dikentutin bis2 yang lewat??!
Kyuri : Hehehee, mianhae. Eh, yang lain mana? Gw sms ga ada yang bales.
Lee Yo Na : Lagi di jalan, bentar lagi nyampe, katanya.

10 Menit kemudian..

Park Hyun Jin dan Eunhae datang dan keempat gadis itu segera naik patas P06. Mereka turun di komdak dan langsung naik taksi menuju Istora Senayan, tempat diadakannya Job Fair. Mereka hendak mencari peruntungan disana.

- Di Istora –

Kyuri : Ya ampun, penuh banget disini, udah kaya di konser2 aja.
Eunhae : Iya bener, gw sampe sesak nafas.
Lee Yo Na : Makanya, cepet2 deh masukin lamarannya, abis itu langsung keluar. (celingukan kesana kemari seperti mencari sesuatu) Lho? Jinie mana?
Kyuri : Ga tau. Bukannya sama lo tadi?
Lee Yo Na : Aigooo… Tadi emang sama gw tapi sekarang ga ada.
Eunhae : Wah parah. Dia kan mungil, gampang kebawa arus. Klo dia ilang gimana?
Lee Yo Na : Maaf, gw ga ngeh. Saking ramenya gw jadi ga merhatiin dia.
Eunhae : Ya udah sekarang kita cari dia. ( Lee Yo Na, Kyuri dan Eunhae jalan kesana kemari sambil memanggil-manggil Park Hyun Jin. Tidak berapa lama terdengar suara2)
Park Hyun Jin : Yo Na! Yo Na! gw disini!!
Lee Yo Na : (celingukan mencari sumber suara) Ah itu dia. Ayo kesana!

Lee Yo Na, Eunhae dan Kyuri bersusah payah mencapai tempat Par Hyun Jin berada, dan begitupun sebaliknya. Hyun Jin tampak sangat kesusahan, maklum badannya kecil pendek pula, hehehee. Hampir saja mereka sampai, tiba2 seorang namja tinggi sedang menabrak hyun jin sampai jatuh.

Par Hyun Jin : Aduh,, sakit. (meringis memegangi siku dan lututnya. Namja itu tidak berkata apa-apa dan pergi begitu saja)
Kyuri : Oi!! Wah kurang ajar tuh orang, kasar banget sama cewek!
Eunhae : Tau. Woi! Mata lo ditao dimana sih?? (laki2 itu tetap jalan tak perduli)
Lee Yo Na : (membantu Hyun Jin berdiri) Sudah..sudah..
Kyuri : Wah bener2 tuh orang, maen pergi gitu aja. Dia mesti dikasih pelajaran.
Eunhae : Iya, hajar aja Kyu. ( Kyuri mencopot sepatu dan hendak melemparnya)
Lee Yo Na : Eh.. Jangan Kyu, nti kena orang lain gimana??
Kyuri : Tenang aja, lemparan gw pasti tepat.

Kyuri melempar sepatu kearah cowok itu. Sepatu pun melayang dan jatuh diantara kedua kakinya dan membuat dia jatuh terjerembab kedepan. YAA!! Teriak cowok itu,

Lee Yo Na : Waduh, kena lagi. Orangnya pasti marah, klo dia kesini gimana Kyu?
Eunhae : tau, Kyu. Gw kan ga mau ada ribut2 disini.
Lee Yo Na : dih Eunhae, bukannya lo yang tadi manas-manasin kyu??
Eunhae : hehehee, mianhae.
Lee Yo Na : Terus? Jadinya gimana nih?
Kyuri : Daripada dia yang kesini, mending gw yang kesana. Sekalian, mau gw hajar terus gw injek – injek biar dia ga ngeremehin cewek lagi. (kyuri berjalan menghampiri cowok tadi diikuti oleh lee Yo Na, Eunhae dan Park Hyun Jin)

Seorang namja dengan malu-malu berdiri. Sadar dibelakangnya ada orang yang memperhatikan, ia pun membalikan badannya.

Yesung : Aduh… Kepalaku. (meringis memegangi kepalanya)
Kyuri, Lee Yo Na, Park Hyun Jin, dan Eunhae : (melongo,, speechless didepannya ada Yesung Super Junior)
Yesung : Apa kau yang melempar sepatu ini?
Kyuri : I..iya.. ma..maaf.. aku..aku.. (mendadak gagap)

Heechul datang bersama Donghae dan Ryeowook.

Heechul : Ada apa ini? Apa ada masalah?
Park Hyun Jin : A..ani.. (salting)
Lee Yo Na : (dengan polosnya) temanmu menabrak teman kami sampai jatuh, dan teman kami (menunjuk kyuri yang segera dibalas dengan mata nanar dari kyuri) melempar sepatu kearah temanmu hingga dia jatuh.
Heechul : Oh begitu. PLETAK.(menjitak yesung). Yaa!! Kau laki2 bukan?! Kenapa kau kasar sama cewek semanis dia?! Ayo minta maaf!
Yesung : Aish.. Hyung, kau membuatku malu ( mengahdap park Hyun Jin) Mianhamnida.
Park Hyun Jin : Ne.. Ga apa2. (hyun jin melirik kearah Kyuri)
Kyuri : A..aku juga minta maaf, aku tidak bermaksud melukaimu.
Park Hyun Jin, Lee Yo Na, dan Eunhae: (melirik, dalam hati berkata: Jiaah.. bukannya tadi mau dihajar terus diinjek-injek? Cepet amat berubahnya)

Ryeowook : Tapi, apa kau terluka?
Park hyun Jin : Ani.. hanya sedikit lecet.
Ryeowook : Kalau begitu, ayo kita obati.
Heechul : Iya, kita keluar dari sini dan obati lukamu.

heeechul dan Ryeowook memapah Park hyun jin (padahal ga perlu), dan mereka segera keluar. Kedelapan orang itu duduk di pinggir jalan masuk istora.

Heechul : Jadi kalian kesini mau nyari kerja?
Park hyun jin : Iya. Aduh..duh.. ( meringis saat Yo Na hendak membersihkan lukanya dengan alcohol)
Heechul : Apa sudah dapat?
Park Hyun Jin : Belum. Kami baru memasukkan lamaran, belum tentu diterima. Aduh ..duh.. (meringis lagi)
Heechul : Lalu? Pekerjaan apa yang kalian inginkan?
Park Hyun Jin : apa aja, yang penting halal. Aduuh..
Heechul : (melihat Yo Na) Tolong pelan-pelan saja.
Lee Yo Na : Ne. (cemberut , dalam hati teriak: MUO? Belum gw apa apain juga. Dia nya aja yang acting, kesakitan sendiri. Awas kau Park Hyun Jin!!. Lee Yo Na menoleh kearah samping dan seketika ilfeel ngeliat namja aneh cengengesan sendiri disampingnya)
Eunhae : Kalian sendiri? Untuk apa kemari? Kalin ga lagi cari pekerjaan kan?
Heechul : Ah, iya. Kami tidak sedang cari pekerjaan, tapi cari pekerja.
Eunhae : Pekerja?
Donghae : iya, kami sedang mencari asisten pribadi yang mengurusi segala keperluan kami. (tiba2 keempat namja itu saling lihat, sedangkan para gadis masih tidak menyadari apa2)

Donghae : Kalau begitu, kalian melamar saja pada kami.
Heechul : Iya, kita bisa lakukan interview disini.
Eunhae : Disini? Sekarang?
Donghae : Iya. Ayo, palli. Berikan cv kalian.

Para gadis pun mengeluarkan cv mereka. Dan seperti kesengajaan yang tidak disengaja, mereka pun langsung berpasang-pasangan. Park Hyun jin dengan Heechul, Yesung dengan Kyuri, Donghae dengan Eunhae dan Lee Yo NA dengan Kim Ryeowook. Setelah 15 menit berlalu..

Heechul : Jaa.. Kalian lulus tahap satu. Tahap selanjutnya akan dilkukan di kantor kami, di seoul.
Lee Yo Na : Seoul??
Ryeowook : Ne. kalian mau kan kesana? Akomodasi disediakan oleh kantor kami.
Kyuri, Eunhae, Hyun Jin: Mauuu !!
Lee Yo Na : (melotot, pura2 batuk) Ehem.. Dengan segala hormat, tuan2. Tapi.. bisakah memberikan waktu untukkami berpikir?
Heechul : oh ya, tentu saja. Kami mengerti. Pergi keluar negeri untuk bekerja tentu bukan perkara kecil apalagi kalian perempuan, Jauh dari rumah, pasti akan ada banyak pertimbangan. (semua orang mengangguk, menyadari bahwa ini bukan lagi main2, ini perkara serius)
Heechul : Tapi.. kami pun tidak bisa berlama-lama. Kami beri waktu dua hari untuk mempertimbangannya. (mengeluarkan kartu nama) Ini kartu namaku, kalian bisa hubungi aku kapan saja, tapi ingat hanya dua hari, Lusa kami kembali ke seoul.
Donghae : Benar. Jadi, jangan sampai lupa, hubungi kami, ok?
Park Hyun Jin : Baiklah, terima kasih.

- semua terdiam sesaat-

Ryeowook : Lalu? Apa kalian akan pulang sekarang? Naik apa?
Lee Yo Na : Ne. Kami akan pulang sekarang naik taksi.
Ryeowook : Kalau begitu, kami temani kalian mencari taksi.
Lee Yo Na : Gomawo.

~ Eunhae & Donghae part~

Donghae : Jadi, kau orang padang?
Eunhae : Ne.
Donghae : Wah, berarti kau pandai masak.
Eunhae : hehehee.. (ketawa garing) tidak juga.
Donghae : Hahahaa.. bukankah orang padang pandai masak? Buktinya disini banyak sekalli rumah makan padang. Bahkan, yang kudengar di amerika juga ada restaurant nasi padang.
Eunhae : Benarkah? Hehehee.. ( dalam hati: aku tidak bisa masak Oppa)
Donghae : Hmn.. Aku.. ingin sekali mencoba masakan padang. Aku ingin kamu yang membuatnya. Jadi, setelah ini, cepat hubungi kami dan katakana iya. Mengerti?
Eunhae : hehehee.. (dlm hati: Omooo… so sweet. I do,oppa. I do. Gw bakal belajar masak untukmu,) (part end)

~ Yesung & Kyuri part ~

Kyuri : Mm… apa kau baik2 saja?
Yesung : aku? Apa kau lihat kepalaku membesar?
Kyuri : hahahaa, tentu saja tidak.
Yesung : kalau begitu, aku baik2 saja.
Kyuri : Mianhae, aku benar2 minta maaf telah kasar padamu.
Yesung : tidak apa2. aku telah melukai hyun jin dan meninggalkannya begitu saja, wajar kalau kau sangat marah.
Kyuri : jadi, kau tidak marah?
Yesung : tentu saja. Aku malah kagum padamu. Kau berani sekali. Jika aku jadi kau, belum tentu seberani itu.
Kyuri : hehehe.. (dlm hati: pujian yang memalukan)
Yesung : aku merasa kau perempuan yang kuat. . Pergi ke seoul seharusnya bukan masakah. Iya kan? sepertinya akan sangat menyenangkan. Dan aku.. ingin bersamamu.
Kyuri : ne. Eh? Apa? Bersama? (benarkah? Apa benar dia bilang bersama?)
Yesung : Ah, maksudku aku senang jika dapat bekerjasama denganmu. Hehehee.. (keduanya tampak tersenyum malu-malu)

~ Park Hyun Jin & Heechul part ~

Heechul : Wah, kau mungil sekali ya.. kau bahkan tidak sampai sepundakku
Hyun Jin : Hehehee.. (dlm hati: waaa… sedih dibilang pendek.)
Heechul : tapi, mungil juga bagus.
Hyun jin : bagus? Apanya yang bagus?
Heechul : baguslah kau mungil. Aku bisa menyimpanmu dalam saku dan membawamu kemana saja aku mau.
Hyun jin : Wah penghinaan, emang aku sekecil itu. Tapi.. kau benar, jadi mungil memang ada bagusnya.
Heechul : benarkah? Apa itu?
Hyun jin : karena mungil, jadi keliatan masih muda, dan manis, jadi banyak yang suka. Heheheee..
Heechul : benarkah? Kalau begitu, jangan pertimbangkan lagi. Katakan kau mau datang ke seoul.
Hyun jin : Hah? Kenapa?
Heechul : aku.. takut kau menerima tawaran dari orang lain. Aku.. benar2 ingin kau ke seoul. Paling tidak, cobalah datang. Aku tunggu kabar darimu.
Hyun Jin : (senyum2 bahagia) (part end)

~ Lee Yo Na & Ryeowook Part ~

Lee Yo Na : (melirik kesamping, namja aneh itu masih senyum2 sendiri) Ada apa??
Ryeowook : Ani. Aku hanya ingin tersenyum.
Lee Yo Na : Kau senyum terus apa ga capek? (nanti disangka gila lho)
Ryeowook : Ani. Jika kau bahagia, kau tak akan merasakan hal yang lain.
Lee Yo Na : Bahagia? Boleh aku tau, kau bahagia karena apa?
Ryeowook : aku bahagia karena sudah menemukan yang aku cari.
Lee Yo Na : Oh.. Um.. meskipun aku tidak tahu, tapi aku ingin bilang aku turut senang untukmu. Selamat ya..
Ryeowook : Ah.. kau terlalu awal untuk mengucapkan kata selamat.
Lee Yo Na : benarkah? Kenapa?
Rywoeook : aku akan memberitahumu jika kau ikut ke seoul.
Lee Yo Na : He? ( melirik aneh, namja aneh)

2 hari berlalu

Lee Yo Na : hallo?
Ryeowook : Yeobseo?
Lee Yo Na : ini siapa?
Ryeowook : ini aku, ryeowook. Apa kau sedang sibuk? (suaranya terdengar lemah)
Lee Yo Na : ah, tidak. Aku baru membersihkan kamar. (tiba2 hening. Yo Na mendengarkan sambil tertunduk lesu)
Ryeowook : hari ni, kami berangkat ke seoul. Dan sebelum berangkat, ada yang ingin kutanyakan padamu. (Yo Na masih diam)
Ryeowook : Dari kalian berempat hanya kau yang tidak menelpon heechul hyung. Apa kau tidak ingin ke seoul? Kenapa?
Lee Yo Na : (terkejut) mereka semua ke seoul?
Ryeowook : Iya, tapi tidak sekarang. Nanti mereka menyusul. Aku hanya ingin bilang,, aku telah menitipkan tiket dan menyiapkan segala keperluan untukmu pergi keseoul. Aku.. benar2 ingin kau ikut.
Lee Yo Na : Tapi..bukankah batas waktunya sudah lewat?
Ryeowook : Aku tidak perduli. Aku.. tidak ongin yang lain. Dab sekarang, jawablah aku. Apa kau tidak ingin ke seoul?
Lee Yo Na : (diam)
Ryeowook : Benarkah tidak ingin ke seoul?
Lee Yo Na : (masih diam)….. aku…ingin ikut ke seoul.
Ryeowook : benarkah? Kau menerima tawaranku?
Lee Yo Na : Ne.. maaf terlalu lama membuat keputusan.
Ryeowook : Tidak apa2. Hah.. syukurlah..(diseberang sana senyum2, mengepalkan tangan. Dalam hati: Yes!)

END PART 1