
Image via Wikipedia
Incheon Airport, 10:45 Am waktu Seoul.
Brak!! Lee Yo Na menurunkan kopernya dari roller pengembalian bagasi. Ia kemudian jalan sendiri, tapi tiba-tiba sebuah tangan memegang pundaknya..
“Yo Na!! apa kau masih marah? Mianhae.. jeongmal mianhae. Kami ga bermaksud meninggalkanmu.” Kata hyun jin. Kata2 Park Hyun Jin segera diambung oleh Kyuri.
“Iya Yo Na, sebenernya kami juga ga ngasih tau satu sama lain. Aku baru ngasih tau pada Hyun Jin dan Eunhae sehari sebelum kita berangkat”. Wajah Hyun Jin dan Kyuri tampak sangat menyesal. Sedangkan Eunhae tengah sibuk sendiri menurunkan koper. Melihat Eunhae kesusahan, ketiga gadis itupun segera membantunya.
“ gwenchanayo. Aku tidak marah. Justru aku harus berterima kasih, karena kalian Ryeowook sendiri yang menelponku dan memintaku untuk datang. Hebat kan? Hehe..”
“Hah? Benarkah itu??” Tanya Kyuri pada Hyun Jin. Lee Yona hanya senyum2 sendiri.
“ Sepertinya benar, karena aku pernah memberikan nomor Yo Na pada heechul”
“ hahahaa.. trik mu bagus juga. Lain kali aku akan mencobanya.” Kata Kyuri.
Setelah mereka selesai dengan barang bawaan masing-masing, mereka pun segera pergi. Didekat pintu keluar terlihat seorang ahjushi berdiri sambil memegang papan nama berisi nama mereka.
“ Annyeong haseyo, apa kalian rombongan dari Indonesia yang akan interview di SJ Entertainment?” sapa ahjushi itu dengan ramah.
“Annyeong haseyo.. Ne, ahjushi siapa?” Tanya hyun jin
“ saya Kim Da Go, staff Heechulnim yang diminta menjemput kalian.”. Tiba2 ponsel paman itu berdering. “ Yeobseyo? Ah.. ne. mereka sudah didepanku. Oh? Araseo..” ia kemudian menyerahkan hpnya pada Hyun Jin.
“Yeobseyo? Hyun Jin ah? Kalian sudah sampai ya? Kalau begitu ikuti saja paman yang punya hp ini. Dia staff ku. Ia akan mengantar kalian ke tempat kalian menginap dan kita akan bertemu seteah itu. Ok? Aku tutup teleponnya.. aku sibuk.”
Hyun Jin terlihat lemas. “waeyo?” Tanya Yo Na. “ kata heechul, kita ikuti saja paman ini” “lalu? Dia bilang apa lagi?” Tanya Yo Na lagi. hyun jin menggelengkan kepala
“tidak ada. Sudahlah ikuti saja apa maunya”
Jalan2 kota seoul begitu ramai, tapi tetap rapi. Kami tidak mengalami kemacetan seperti yang biasa kami rasakan di Jakarta. Ciit.. mobil berhenti disebuah rumah yang lumayan bagus. Kami masuk kerumah tersebut dan ternyata sama seperti yang tampak dari luar, rumah itu bergaya tradisional korea, lengkap dengan perabotannya, sangat artistic dan sangat nyaman.
Didalam rumah ada dua kamar. oleh ahjushi kami disuruh merapikan barang2 kami kedalam kamar yang tersedia. Aku dan kyuri berada dalam satu kamar, sedang Park Hyun Jin dan Eunhae ada di kamar yang lain.
“ kalian istirahatlah dahulu, dua jam lagi aku akan menjemput kalian, dan kalian sudah harus berpakaian rapi”
“apa kita akan pergi lagi? Kemana? Ngapain?” Tanya hyun jin.
“kalian nanya terus. Kalian jangan khawatir, kalian akan saya antar kekantor SJent*
(*kantor management baru yg dibentuk oleh anggota super junior, diluar SM. Maklum,, penulis tidak senang dengan SMent, dan berharap semua anggota suju keluar dr kantor itu dan membentuk yang baru, hehe..
tidak lama kemudian ahjushi pergi,dan kami membereskan pakaian kami. Aku memeriksa kulkas, dan ternyata ada kulkas penuh dengan makanan.
“teman2.. dikulkas ada makanan nih, kalian mau makan apa?”
“mana?.. mana..? “ hyun jin datang dengan antusias “ wah ada ramyon, potato chips, coke,, waah.. banyak bener” hyun jin mengambil sekaleng minuman soda
“tunggu! Jangan diminum dulu” teiak eunhae
“wae?”
“tunggu, sebaiknya kita periksa dulu makanan2 ini, siapa tau ini sudah kadar luarsa.. atau siapa tau ini ada label harganya, kalo kita asal makan dan minum tp ternyata disuruh bayar kan bisa gawat, bayar pake apa nanti??”
“ coba gw cek” aku ambil beberapa makanan dan ternyata bersih. “ ga ada apa2 tuh, keadaannya baik2 aja dan ga ada label harganya. Mungkin emang ini disediain buat kita, bagian dari akomodasi”
“o iya ya,, ya udah makan aja deh, kebetulan aku juga laper”
Dua jam kemudian, ahjushi datang dan kami sudah siap dengan pakaian rapid an membawa bekas2 yang mungkin diperlukan. Ahjushi membawa kami ke sebuah gedung perkantoran cukup besar. Kami diturunkan agak jauh dari sebuah gedung yang berlabel SJ Entertainment. Entah kenapa paman menyuruh kami jalan kaki menuju gedung itu.
Sesampainya digedung tersebut kami melihat ada banyak perempuan2 muda lalu lalang.
“ini kantor apa tempat hiburan malam sih? Kok isinya cwe semua??” Tanya hyun jin
“ayo kita Tanya ke recepcionist.” Kata kyuri, dan tanpa ragu2 di bertanya pada resepcionist disitu. Kami menunggu beberapa meter darinya.
“gimana?” tanyaku setelah kyuri kembali.
“katanya kita disuruh ke lanti dua, dan disuruh menunggu natrian disana”
“natrian? Emang banyak ya yang ngelamar?”
“entahlah, kita kesana saja dulu”
akhirnya kami berempat naik lift ke lantai dua, dan sesampainya di lt 2, kami sungguh terkejut.
“what the hell..” ucap kyuri geram. Ternyata antriannya banyak sekali, ada sekita dua ratus orang perempuan2 muda cantik2 mengantri untuk interview sama seperti kami.
Belum selesai keterkejutan kami, eunhae teriak memanggil
“teman2.. liat ini” eunhae menunnjuk kesebuah papan pengumumam,, ternyata informasi yang ada didalamnya benar2 membuat kami ternganga.
“oppa, kau jahat..” ujar hyun jin mulai berkaca-kaca. Ternyata isi pengumuman itu adalah list peserta yang ikut interview dari seluruh penjuru dunia..(lebay dikit). Untuk heechul, interviewerya ada 150an lebih, donghae 120 orang, yesung 80an, sedang ryeowook ada lima.
“gila.. emang ini ajang pencarian bakat apa? Banyak amat?!!”
“Yoo Na, kau sangat beruntung, kau tidak harus bersaing dengan seratus oirang untuk bisa mendapatkan ryeowook.”
“tetap saja, aku tidak percaya ini. Aku pikir aku satu-satunya”
“kau, aku kita semua salah. Ini memang terlalu bagus untuk jaid kenyataan” kata eunhae.
“biar saja.. sudah sampai disini, kita jangan menyerah..” kata kyuri. Kami semua mengangguk.
Lalu kami berbalik, dan begitu melihat banyak perempuan2 cantik bak model berkeliaran penuh charisma, jujur.. aku tidak percaya diri.
Hari sudah sore ketika aku, kyuri hyun jin dan eunhae mendapatkan giliran interview, masing2 dari kami diminta memasuki ruangan yang berbeda.
Kyuri pov :
“hai kyuri,,” sapa yesung ramah. Kyuri hanya senyum sinis
“apa perjalananmu menyenangkan? Indonesia pastilah sangat jauh dari sini, kalau kau ingin istirhat dulu, aku akan menunggumu”
“tidak apa2, saya sudah siap”
“oh,, baiklah. Kalau begitu kita mulai saja interviewnya. Jadi Kyuri, apa kau bisa masak?”“ne”
“menyetrika?” “ne” “menjahit?” “(dia pikir aku pembantu) ne”
“punya pengalaman dengan tindakan criminal?” “ aniyo” yesung membolak balik kertas cv ku, dia sudah pernah membacanya, entah apa yang dia cari lagi disitu.
“hmn.. aku pernah menginterviewmu sebelumnya, jadi sepertinya interview hari ini tidak berguna”
“muo? Wae? Kenapa tidak berguna?”
“ya karena saya sudah menginterviewmu”
“iya,, lalu kenapa kau memanggilku sampai kesini??”
“hanya ingin tahu kesiapanmu saja, jika kau terpilih jadi asisten pribadiku, akan ada banyak sekali hal2 yang tak terduga, dan yang pasti sulit”
“tapi.. tapi..” aku tak percaya apa yang dia katakana. Aku tak sabar
“aku tau aku bisa sampai kesini adalah karena akomodasi darimu, tapi aku tidak mengharapkan begini. Ketika aku datang ke sini, mungkin saja aku menyia-nyiakan hal baik yang akan datang padaku”
“begitu?” mata yesung berbalik nanar padaku. Aku membalasnya dengan tatapan tajam. Aku tidak perduli jika harus diusir pulang sekarang juga, aku hanya tidak suka perbuatan yang semena-mena.
“kalau begitu silahkan keluar,, dan berharaplah aku akan memanggilmu kembali”
“tidak akan” aku segera keluar dari ruangan pengap itu. Aku rasa, ruangan itu jadi begitu pengap karena harus berbagi udara dengan orag menjengkelkan itu. Aku duduk diruangan tunggu, ditempatku semula duduk, tidak aga hyun jin, eun hae atau Yo Na. Mungkin aku yang pertama keluar dr ruangan itu, dan yang pertama pulang. Aku tidak yakin, aku sedikit takut dan sedikit menyesal. Damn! Kenapa aku mengatakan hal seperti itu. Huhh.. sudah terlanjur. Aku harus siap.
Hyun Jin Pov :
Aku masuk kesebuah ruanga, aku pikir hanya adda aku dan Heechul Oppa, tapi ternyata ada beberapa lagi orang, dua orang laki2 dan satu orang perempuan, mereka sedng asyik bercanda sampai2 tidak menyadari kehadiranku.
“permisi..!” teriakku untuk kedua kalinya
“ah,, kau hyun jin, duduklah” ucap heechul
“terima kasih, saya sudah duduk” jawabku. Dan.. mereka semua tertawa.
“hahahaaa.. kau bisa saja. Baiklah, ayo sekarang kita interview.. hm.. dimulai dari mana ya.. jujur saja pekerjaan ini sangat berat, aku adalah bintang besar yang bersinar, bukan hanya sebagai member suju tp juga model, jadi apa kau siap? Apa kau cukup tangguh untuk pekerjaan ini?
Aku menarik nafas mencb ameyakinkan diriku.
“iya, aku siap.”
“kalau begitu buktikan,, susunlah sepatu2 itu sesuai dengan trendnya, misalnya sepatu2 kekantor, sepatu olah raga dan lain2. aku ingin tau seberapa cepat kau bisa melakukannya”
what?? Apa2an ini? Apakah tugas seorang asisten pribadi itu juga untuk menyusun2 sepatu?
“oh iya, susunkan juga baju2 yang dirak itu”
“ne” aku segera menyelesaikan pekerjaa dengan sepatu2 itu,, dan beralih ke rak baju. Ada satu baju yang dilipat di pali ujung, aku tidak bisa menjangkaunya. Aku lihat mereka hanya diam dan tidak ada satupun yang berusaha membantu. Kalau aku menarik kursi aku malu, jadi aku harus sampai,, pas ti sampai,, pasti… Yaaa… (Gibrak) aduuh..
aku terjatuh, aku berusaha berdiri tapi tak disangka aku menginjak baju itu dan membuatnya robek. Oh My God.
“Yaa.. apa yang kau lakukan. Itu baju yang sangat mahal..” ucap perempuan itu setengah berteriak. Heechul menggelengkan kepala. “Oppa.. baju itu baju yang kubelikan untukmu diparis, aku tdk rela dia merusaknya” rengek perempuan itu. Sungguh aku takut, dan merasa bersalah.
“minahae, joengmal mianhae.. biar kuganti bajunya”
“ganti? Ganti pakai apa? Itu baju dari paris, harganya sangat mahal.. apa kau sanggup membelinya??! Gajimu setahun pun takkan sanggup mengganti semua kerugian yang kau timbulkan, mengerti??!”
Heechul menatapku, aku hanya bisa menunduk. Lalu ia beralih pada wanita itu.
“sudahlah,, tidak apa2..aku tetap akan menyimpannya. Nanti aku juga akan membelikan yang lain untukmu..” perempuan itu tersenyum puas. Sial.
“kau hyun jin, silahkan keluar”
aku hampir saja menitikkan air mata saat keluar, tp kutahan. Aku bukan anak kecil. Cobaan seperti ini pasti bisa kutangani. Ooh,, Tuhan, Aku malu sekali.
~ To Be Continued ~